Sejarah Batik Pekalongan

Motif batik kini semakin terkenal, tidak hanya di Indonesia saja, akan tetapi masyarakat internasional juga mulai mengenal batik dan tertarik dengan keindahan motif batik Indonesia. Dulu, batik identik dengan pakaian adat. Namun seiring berjalannya waktu, batik mulai banyak dimodifikasi oleh para desainer menjadi gaun batik yang memiliki bentuk unik dengan harga jual yang relatif mahal di pasaran. Menurut para ahli dan ahli seni, arti batik sangat beragam. Banyak pendapat yang menguatkan teori batik.

Sebagaimana kita ketahui, makna batik adalah salah satu jenis seni dan budaya Indonesia. Oleh karena itu, kita orang Indonesia harus mengetahui secara mendalam sejarah batik dan seni batik. Batik berasal dari kata amba dan titik yang merupakan bahasa Jawa. Jika digabungkan, arti dari membatik adalah menuliskan poin. Amba dot mengacu pada teknik menggambar titik yang kompleks. Maka dari itu, tidak heran jika sering kita jumpai motif-motif batik yang kompleks, bahkan tak jarang juga ditemukan motif-motif batik yang sederhana atau bahkan motif-motif batik modern.

Bahkan ada yang mengatakan bahwa arti batik berasal dari kata titik, kemudian ditambahkan kata mba yang artinya seni membuat titik atau menetes. Dengan kata lain pengertian batik adalah cara pembuatan kain. Berdasarkan nama KBBI (Kamus Besar Indonesia) batik mengacu pada nama yang dimaksud di sini adalah kain batik atau baju batik yang sudah dilukis.

Setelah membahas tentang pengertian batik, tentunya beberapa sobat ingin mengetahui tentang sejarah batik di Indonesia yang merupakan salah satu warisan budaya Indonesia hingga dikenal di seluruh dunia. Di penghujung abad ke-19, tentara yang tinggal di daerah Bonorowo (Tulungagung) membawa budaya batik. Saat itu mereka mengembangkan batik. Saat itu bahan pembuatan batik masih alami dengan menggunakan bahan alami. Baru setelah Perang Dunia I, bahan pembuatan batik menggunakan batik sebagai bahan dasar dari luar negeri.

Pasca Perang Dunia, banyak pedagang dari China yang banyak menjual bahan dasar membuat batik di Mojokerto. Kemudian berkembang pula metode pembuatan batik yang tidak hanya batik tulis tetapi ada juga jenis batik lainnya yaitu batik cap. Walaupun perkembangan batik dimulai pada zaman Majapahit, karena pada saat itu batik banyak digunakan oleh raja-raja. Namun batik juga tumbuh subur pada masa kerajaan di Jawa Tengah seperti Solo dan Yogyakarta.

Raden Katong atau Batoro Katong yang tidak lain adalah adik dari Raja Denmak, Raden Patah mengajarkan ajaran Islam dari Majapahit ke wilayah Ponorogo. Saat itu, batik hanya terbatas pada warga keraton. Hingga seorang putri Keraton Solo menjadi istri Kyai Hasan Basri, pemilik Perguruan Tinggi Islam Tegalsari di Ponorogo. Sejak saat itu banyak anggota keraton bersekolah di pesantren, saat itu batik mulai dikenal tidak hanya di kalangan anggota keraton, tetapi juga di Ponorogo dan kemudian meluas ke kabupaten lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *