Sampoerna mendorong UKM untuk meningkatkan daya saing mereka di era digital

Hasil gambar untuk sampoerna tbk

PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) memperkirakan dan mendukung jaringan ritelnya, Sampoerna Retail Community (SRC), yang menjadi tuan rumah Festival Perdagangan Eceran Kalimantan Barat (30/6/2013) di Pontianak Convention Center pada hari Minggu. Acara yang dihadiri oleh gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UKM dalam konteks ekonomi yang semakin sulit.

Salah satu kegiatan SRC Kalimantan Barat Retail Festival adalah pengenalan aplikasi mobile “AYO SRC” sebagai jembatan untuk perusahaan, pelanggan dan pemasok tradisional dengan tema “Maju bersama dalam era digital”. Aplikasi ini merupakan upaya untuk meningkatkan daya saing perusahaan tradisional di era digital.

Dalam pengamatannya, gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, menyatakan dukungannya terhadap komunitas ritel di Sampoerna (SRC) untuk membantu UKM. Sutarmidji juga menyatakan bahwa aplikasi AYO SRC baru adalah bentuk efisiensi dalam promosi.

Sementara itu, direktur shampo Indonesia Timur Darajat Kosasih mengatakan acara itu sejalan dengan misi pemerintah provinsi di Kalimantan Barat untuk membangun komunitas yang berkembang di Kalimantan Barat.

“Kami terus membantu SRC lebih meningkatkan daya saingnya di era digital, dalam hal ini kami telah menggunakan perkembangan teknologi untuk memperkenalkan aplikasi seluler AYO SRC ke perusahaan tradisional.” Aplikasi AYO SRC adalah titik balik yang inovatif. Akses untuk anggota SRC UKM adalah untuk berbagi pengetahuan bisnis, mendapatkan informasi, mempromosikan Sampoerna UKM dan menyederhanakan proses administrasi bisnis, “kata Darajat.

Sejak 2009, ada 548 toko grosir di berbagai daerah, termasuk Pontianak, Kuhuraya dan Mempawah, yang telah bergabung dengan SRC di Kalimantan Barat. Dari jumlah tersebut, lebih dari 200 pengecer berpartisipasi dalam kegiatan SRC West Kalimantan Retail Festival, termasuk pameran UKM. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan kegiatan sosial seperti layanan sosial dan donor darah.

“SRC telah menjadi bagian penting dari masyarakat Kalimantan Barat dan kami berharap bahwa SRC (perusahaan tradisional) dan UKM lainnya di Kalimantan Barat akan dikenal di masyarakat melalui SRC Retail Festival Kalimantan ritel dan di masa depan Sampoerna ingin menarik lebih banyak pihak sehingga pelaporan tentang manfaat dari program penguatan yang kami luncurkan dapat didistribusikan secara merata di seluruh Indonesia, kata Darajat.

Pemilik Pasar Mini Iwan dan tiga toko Pontianak dan UKM lainnya, Ivan Adjiji, mengatakan dia sangat puas dengan acara tersebut.

“Kami sangat senang dengan pelaksanaan acara ini dan kami berharap orang-orang akan memilih untuk membeli dari SRC, yang banyak digunakan di berbagai daerah di Kalimantan Barat, dan tentu saja kami dapat menggeser perekonomian ke setiap daerah dengan peningkatan jumlah pelanggan. “katanya.

Setelah bergabung, cabang-cabang jaringan SRC akan menerima dukungan dalam bentuk strategi pemasaran, manajemen keuangan, pelatihan untuk manajemen toko dan dukungan untuk ekspansi perusahaan. Bahkan sebuah toko menerima sekitar 100 pelanggan lokal setiap hari.

Penguatan Sampoerna, sejalan dengan UKM, adalah cara untuk mendukung pemerintah dalam mempercepat kemandirian ekonomi di tingkat nasional dan regional. Area utama dari program ini adalah perdagangan ritel tradisional melalui SRC, yang diperkenalkan pada tahun 2008. Sementara itu, Sampoerna telah mengintegrasikan lebih dari 110.000 toko bahan makanan ke dalam jaringan SRC di semua provinsi di Indonesia, termasuk Kalimantan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *