Saatnya Maksimalkan Laca-Auba-Pepe

Duel seru bakal dibawakan pada pekan keempat Liga Primer Inggris. Tuan rumah Arsenal akan melawan Tottenham Hotspur. Ini akan menjadi Derby London Utara ke-185 di antara keduanya. Dikatakan CloverQQ Arsenal dan Spurs akan bertarung setelah sama-sama kalah di pekan ketiga. Arsenal menjatuhkan Liverpool sementara Spurs dipermalukan oleh Newcastle United.

Melihat rekor melawan Arsenal dan Spurs, sebenarnya Arsenal lebih unggul. The Gunners telah mencatatkan 77 kemenangan, sedangkan Spurs hanya menang 50.

Namun untuk perlawanan ini, Arsenal harus meningkatkan untuk terus menguasai Spurs. Pasukan Unai Emery masih belum mencapai prestasi terbaiknya. Meski kini memiliki pemain seperti Pierre-Emerick Aubameyang, Alexander Lacazette, dan Nicolas Pepe, lini depan Arsenal masih cukup kencang.

Arsenal hanya mencetak empat gol dalam tiga pertandingan. Empat gol tersebut dihasilkan dari 32 tembakan. Masalahnya, jumlah ini adalah salah satu dari sedikit di Liga Premier. Hanya Wolves (31), Sheffeld United (30), Newcastle (29), West Ham (29) dan Crystal Palace (17) yang mencetak lebih sedikit dari Arsenal.

Arsenal atau Emery pada khususnya masih mencoba untuk mencoba skema permainan yang tepat untuk trio Lacazette, Auba dan Pepe. Anda bisa melihat itu dari Emery, yang tidak berani memainkan ketiganya secara bersamaan sejak menit pertama. Hanya Aubameyang yang selalu dimainkan sejak menit pertama (sebenarnya, selalu memainkan permainan penuh). Laca dan Pepe baru saja memulai dengan perlawanan yang berbeda.

Dalam perlawanan melawan Liverpool, misalnya. Emery lebih memilih berlian dasar 4-4-2 dan memukul Lacazette. Pemain asal Prancis itu baru masuk di menit ke-81 menggantikan Joe Willock. Arsenal tewas 1-3 di perlawanan tersebut.

Melawan Spurs adalah peluang emas untuk memainkan ketiganya secara bersamaan. Permainan saat ini tidak stabil. Meski menghadapi Manchester City, The Lily Whites hanya mencatatkan tiga hits. Pertahanan Spurs dibom dengan 31 tembakan dalam 90 menit. Perlawanan tersebut berakhir imbang 2-2 namun itu menunjukkan bahwa pertahanan Spurs cukup krusial.

Spurs masih kesulitan menemukan keseimbangan di sisi kanan pertahanan. Kepergian Kieran Trippier membekas. Selain itu, Kyle Walker-Pieters yang sebelumnya bermain sebagai bek kanan mengalami cedera menyusul bek kanan lainnya, Juan Foyth. Kemungkinan besar Serge Aurier, yang sedang dalam masa pemulihan dari cederanya, akan mengambil layanan tersebut.

Arsenal perlu meningkatkan serangannya karena mereka juga punya pertahanan keropos seperti Spurs. Mereka adalah skuad ketiga dengan tembakan terbanyak (17,3 per pertandingan), hanya kalah dari Aston Villa (18,3) dan West Ham (17,7). Arsenal telah kebobolan empat gol sejauh ini.

Arsenal harus rela menghadapi serangan Spurs. Meski memiliki pertahanan grizzly, Spurs adalah skuad yang sering menembak. Sebanyak 17 tembakan per perlawanan sukses dibukukan oleh pasukan Mauricio Pochettino. Angka ini hanya kalah dari Man City (20,7), Chelsea (18,3) dan Liverpool (18,3).

Memang, sebagian besar serangan Spurs diakhiri dengan tembakan jarak jauh. Meski melawan Newcastle, alih-alih 30 tembakan, hanya dua gol yang terjaring. Namun, melawan Arsenal yang memiliki pertahanan keropos, tidak menutup kemungkinan Spurs semakin berbahaya bagi kiper Bernd Leno.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *